HAPPY READING!
- Aida Puspitasari
- Asti Puspitaningrum
- Edila Tifriadi
- Lila Ekania
- Novi Listiana
- Pipit Mutyasari
- Ratiningsih
- Sarah Sekartaji
SEBELUM KAMU BACA MATERI NYA, SIMAK DULU VIDEO DIBAWAH INI!!!
OBESITAS, APA SIH?
Jadi... diantara kalian semua pasti udah tau dong apa itu obesitas, kata itu sering banget kita denger kalo kalian keliatan badan nya lebih besar dari temen-temen kalian, iya apa iya? haha.. Obesitas atau biasa disebut kelebihan berat badan tentu saja sangat merugikan bagi tubuh kita. what is that? oke, kita jelasin ya..
|
| ||||||||||||||||
Memicu Serangan Jantung
Tumpukan lemak dan kolesterol jahat dalam tubuh mereka yang obesitas membuat pembuluh darah mereka pun dipenuhi oleh lemak dan kolesterol tersebut. Karena jalannya darah tersumbat, kerja jantung pun menjadi tidak stabil untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya kamu bisa mengalami serangan jantung. Hal ini tentu saja sangat berbahaya karena serangan jantung sendiri bisa menyebabkan kematian loh. Untuk itu bagi kamu yang obesitas segeralah berusaha untuk menurunkan berat badan. Memang membutuhkan waktu yang lama dan melelahkan, namun kamu harus memikirkan keuntungan yang didapat.
Depresi
Orang yang kegemukan dilansir cenderung mudah mengalami depresi. Faktornya karena sulit melakukan kegiatan produktif dan kurang menarik secara fisik. Hal ini pun membuat mereka tertutup, sehingga malu untuk bersosial dengan orang lain. Akibatnya untuk menghabiskan waktu mereka gunakan dengan bermalas-malasan dan makan sepuasnya.
Gangguan Pernapasan
Umumnya mereka yang mengalami obesitas punya masalah di pernapasan. Mereka kesulitan bernapas atau memiliki napas yang pendek. Sehingga membuat mereka mudah lelah dan malas melakukan kegiatan yang produkif. Hal ini terjadi karena penumpukan lemak di sekitar dada dan leher sehingga menyumbat organ pernapasan untuk bekerja dengan baik.
OBESITAS ITU APA DONG?
Dari tadi kita gak bahas arti dari obesitas menurut para ahli ya. oke ini dia..
1. Obesitas
adalah kelebihan lemak dalam tubuh, yang umumnya ditimbun dalam jaringan
subkutan (bawah kulit), sekitar organ tubuh dan kadang terjadi perluasan ke
dalam jaringan organ(Misnadierly, 2007).
2. Obesitas
merupakan keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan antara tinggi dan berat
badan akibat jaringan lemak dalam tubuh sehingga terjadi kelebihan berat badan
yang melampaui ukuran ideal (Sumanto, 2009).
FAKTOR YANG MENYEBABKAN OBESITAS
1. Genetik
Faktor keturunan yang
berasal dari orang tuanya. Pengaruh faktor tersebut sebenarnya belum terlalu
jelas sebagai penyebab kegemukan . Namun demikian, ada beberapa bukti yang
menunjukkan bahwa factor genetic merupakan factor penguat terjadinya kegemukan
(Purwati, 2001).
2. Hormonal
Pada
wanita yang telah mengalami menopause, fungsi hormone tiroid didalam tubuhnya
akan menurun. Oleh karena itu kemampuan untuk menggunakan energi akan
berkurang. Terlebih lagi pada usia ini juga terjadi penurunan metabolisme basal
tubuh, sehingga mempunyai kecenderungan untuk meningkat berat badannya
(Wirakusumah, 1997).
3. Asupan Makanan
Asupan
makanan adalah banyaknya makanan yang dikonsumsi seseorang. Asupan Energi yang
berlebih secara kronis akan menimbulkan kenaikan berat badan, berat badan lebih
(over weight), dan obesitas. Makanan dengan kepadatan Energi yang tinggi
(banyak mengandung lemak dan gula yang ditambahkan dan kurang mengandung serat)
turut menyebabkan sebagian besar keseimbangan energi yang positip ini (Gibney,
2009)
4. Aktifitas Fisik
Obesitas juga dapat
terjadi bukan hanya karena makan yang berlebihan, tetapi juga dikarenakan
aktivitas fisik yang berkurang sehingga terjadi kelebihan energi. Beberapa hal
yang mempengaruhi berkurangnya aktivitas fisik antara lain adanya berbagai
fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan yang menyebabkan aktivitas fisik
menurun.
5. Kebiasaan mengemil makanan ringan
Mengemil adalah kebiasaan makan yang dilakukan
di luar waktu makan, dan makanan yang dikonsumsi berupa makanan kecil yang
rasanya gurih, manis manis dan biasanya digoreng. Bila kebiasaan ini tidak
dikontrol akan dapat menyebabkan kegemukan, karena jenis makanan tersebut
termasuk tinggi kalori.
PENENTUAN OBESITAS
Keadaan obesitas ditentukan dengan
mengklasifikasikan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT)
Rumus menentukan IMT :
IMT = BB
TB²
Klasifikasi Status Gizi
Berdasarkan IMT
TIPE-TIPE OBESITAS
1. Tipe Hiperplastik
kegemukan yang terjadi karena jumlah sel yang
lebih banyak dibandingkan kondisi normal, tetapi ukuran sel-selnya sesuai
dengan ukuran sel normal terjadi pada masa anak-anak.
2. Tipe Hipertropik
![]()
kegemukan ini terjadi karena ukuran sel yang
lebih besar dibandingkan ukuran sel normal. Kegemukan tipe ini terjadi pada
usia dewasa
3. Tipe Hiperplastik dan Hipertropik
![]()
kegemukan tipe ini terjadi karena jumlah dan
ukuran sel melebihi normal. Kegemukan tipe ini dimulai pada masa anak - anak
dan terus berlangsung sampai setelah dewasa.
Berdasarkan penyebaran lemak didalam tubuh, ada
dua tipe obesitas
![]()
1. Tipe buah apel (Adroid), pada tipe ini ditandai dengan
pertumbuhanlemak yang berlebih dibagian tubuh sebelah atas yaitu sekitar dada,
pundak, leher, dan muka. Tipe ini pada umumnya dialami pria dan wanita yang
sudah menopause. Lemak yang menumpuk adalah lemak jenuh.
2. Tipe buah pear (Genoid), tipe ini mempunyai timbunan lemak pada
bagian bawah, yaitu sekitar perut, pinggul, paha, dan pantat. Tipe ini banyak
diderita oleh perempuan. Jenis timbunan lemaknya adalah lemak tidak jenuh.
MENCEGAH OBESITAS
Nah sekarang tau kan apa itu obesitas dan kerugian dari obesitas itu sendiri, sekarang yuk kita cegah obesitas dengan cara-cara berikut ini :
1. Tidak melupakan sarapan
Biasanya pagi-pagi kita enggak sempat sarapan karena bangun kesiangan. Nah, coba ubah kebiasaan ini. Jangan melewatkan sarapan karena sarapan berguna bagi tubuh untuk mendapatkan energi. Energi yang diperoleh dari makanan akan digunakan tubuh setelah semalaman perut dalam keadaan kosong. Jika ini tidak terpenuhi, tubuh akan mengompensasi dengan rasa lapar yang lebih kuat, lalu porsi makan siang kita akan lebih banyak dibanding jumlah yang dibutuhkan.
2. Mengonsumsi makanan sehat
Makanan sehat yang dianjurkan itu termasuk buah-buahan segar dan sayuran yang mengandung serat. Serat ini membantu mengurangi penyerapan lemak sekaligus menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner.
3. Olahraga teratur
Olahraga akan mempercepat proses pembakaran lemak dalam tubuh kita. Usaha mengubah perilaku untuk menuju hidup sehat perlu dilakukan secara terus-menerus sepanjang hidup. Dan kita perlu mempunyai motivasi dan disiplin diri yang kuat agar keinginan kita bisa tercapai. Semoga! |













Komentar
Posting Komentar